Tari Cangklak Aceh

Tari Cangklak Aceh

tari cangklak aceh 1
tari cangklak aceh 1
Tari memgemalisasikan perempuan-perempuan cantik gemulai, energik dan sedikit genit dengan berbagai aksesoris yang dipakai dalam mengelilingi lekuk tubuh anggunnya, serta pelengkap busana yang senantiasa digunakan dan indetik dengan perempuan seperti payung, kipas, sapu tangan, perpaduan gerak dan tarian yang laku di aceh dengan tarian khas melayu dari daerah timur aceh.

Provinsi Aceh adalah salah satu daerah yang memiliki keragaman budaya khususnya dalam tarian. Selain tari saman ada juga tari seudati. Seudati merupakan salah satu tarian yang cukup digemari oleh masyarakat Aceh Utara dan Pidie. Kemudian tarian ini dikembangkan dan diterima sebagai tarian khas daerah.

Nama seudati berasal dari bahasa Arab, yaitu syahadat yang berarti saksi atau pengakuan bahwa tiada Tuhan selain Allah SWT dan Nabi Muhammad utusan-Nya. Tarian yang termasuk dalam kategori tribal war dance atau tari perang ini sudah dikembangkan sejak ratusan tahun yang lalu di Aceh. Tarian ini kini dijadikan sebagai media dakwah yang kental dengan nilai-nilai Islam.

tari cangklak aceh
tari cangklak aceh 


Heroik, gembira, dan kompak merupakan ciri khas tari seudati. Hampir sama seperti tari saman, tarian ini tidak diiringi dengan alat musik, melainkan menggunakan kertikan jari, hentakan kaki, tepukan dada, dan syair-syair yang dilantunkan oleh dua orang narrator yang disebut Aneuk Syahi. Syair-syair yang dilantunkan biasanya bertemakan keagamaan atau informasi pembangunan negara.
Penari dalam tarian ini dibagi menjadi lima bagian. Penari yang berjumlah delapan orang terdiri atas satu orang syech, satu orang pembantu syech, dua orang pembantu sebelah kiri yang disebut apeetwie,dan satu orang pembantu belakang yang disebut apeet bak, serta tiga orang sisanya hanyalah pembantu biasa.

Busana tari seudati sangat sederhana. Menggunakan celana panjang berwarna putih, kaos lengan panjang yang ketat dan berwarna putih, kain songket yang dililitkan disekitar pinggang, tidak ketinggalan rencong (senjata tradisional Aceh) yang diselipkan di pinggang, serta ikat kepala berwarna merah. Tarian ini menggambarkan semangat perjuangan, sikap kepahlawanan, keriangan, kelincahan, serta sikap hidup yang dinamis, kegotong royongan, dan persatuan.
Konon, sewaktu perang Aceh, tarian ini digunakan untuk membakar semangat para pemuda saat berperang melawan penjajah. Oleh sebab itu, tarian ini sempat dilarang saat zaman penjajahan Belanda. Tapi, tarian ini dijadikan sebagai kesenian tradisional Indonesia. [Desi Puspasari]
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Provinsi Aceh


Video Tari Cangklak




Tarian Taek Pukat Aceh

Tarian Taek Pukat Aceh

tari tarek pukat aceh 2
tari tarek pukat aceh 
Dalam bahasa aceh, tarek pukat berarti menarik jala ikan, dimana kegiatan ini berlangsung di daerah pesisisr, yang merupakan kegiatan rutin para nelayan. Kegiatan tarek pukat sangat kental akan kebudayaan aceh, sebagai mana kita tau daerah aceh di kelilingi oleh pesisisr laut. Selain itu, tarek pukat merupakan sebuah tarian daerah yang dimana tarian ini menggambarkan tentang kegiatan “menarek pukat”

Tarek pukat merupakan salah satu tarian daerah aceh yang sangat terkenal. Tarian ini menceritakan tentang bagaimana kehidupan rakyat aceh yang tinggal di pesisisr pantai, dimana sebagian besar bermata pencarian sebagai nelayan,

Tarian Tarek Pukat biasanya di tarikan oleh 7 sampai 9 orang wanita, dan 4 atau 5 orang laki-laki yang mengiringi tarian ini. Pada dasarnya, gerakan tarian ini sangatlah sederhana, dan mudah untuk di pelajari, dimana para wanita berdiri dan duduk sambil merangkai rangkaian tali yang mencerminkan jaring ikan, lalu para laki-laki mengiringi tarian ini di belakang para wanita dengan memperagakan gerakan yang mencerminkan seseorang menangkap ikan.

Tarian ini sudah banyak berkembang, baik dari segi gerakan, pakaian adat, maupun aransemen musik yang mengiringinya, namun perubahan-perubahan yang terjadi tidak terlalu mencolok dan tidak melenceng dari bentuk tarian aslinya. Sebagai warisan kebudayaan Aceh, tarian ini harus kita jaga dan kita lestarikan, terutama kepada generasi muda yang kurang mencintai kebudayaan daerah. 

Mengingat provinsi Nanggroe Aceh Darussalam sebagian besar di kelilingi oleh pesisir pantai, maka, tarian ini sangat mencerminkan keadaan orang-orang aceh pesisir. Selain itu, tarian tarek pukat biasanya diiringi oleh musik ”serune kala” dimana alunan musiknya sangat tradisional dan kental akan kebudayaan aceh sendiri.

Tarian tarek pukat biasanya di tarikan oleh 7 sampai 9 orang wanita, dan 4 atau 5 orang laki-laki yang mengiringi tarian ini. Pada dasarnya, gerakan tarian ini sangatlah sederhana, dan mudah untuk di pelajari, dimana para wanita berdiri dan duduk sambil merangkai rangkaian tali yang mencerminkan jaring ikan, lalu para laki-laki mengiringi tarian ini di belakan para wanita dengan memperagakan gerakan yang mencerminkan seseorang menangkap ikan.

Di era sekarang, tarian ini sudah banyak berkembang, baik dari segi gerakan, pakaian adat, maupun aransemen musik yang mengiringinya, namun perubahan-perubahan yang terjadi tidak terlalu mencolok dan tidak melenceng dari bentuk tarian aslinya, yang penting, pada dasarnya, tarian ini merupakan warisan kebudayaan Aceh yang harus kita jaga dan kita lestarikan, terutama kepada anak-anak muda yang kurang mencintai kebudayaan daerah.

tari tarek pukat aceh 1
tari tarek pukat aceh 1


Dalam acara pembukaan Pekan Kebudayaan Pidie Jaya (PKPJ) Ke-3, tanggal 9 Juni 2012 lalu, diawali dengan suguhan tari massal yang dibawakan oleh sejumlah siswi SMA di daerah itu. Tarian itu membuat suasana makin meriah karena penampilan mereka yang gemulai, ditambah dengan warna warni pakaian yang digunakan. Menjelang tari massal itu berakhir, para penari menutupnya dengan sebuah tarian yang sangat mempesona. Mata penonton tidak ada yang berkedip saat menyaksikan keterampilan mereka dalam menjalin seutas tali menjadi sebuah jaring. Setelah tanya sana-sini, ternyata tarian itu diberi nama “Tarek Pukat.” Menurut penuturan Ir. Razali Adami, ketua panitia PKPJ Ke-3 itu, tari Tarek Pukat itu merupakan refleksi rasa saling tolong menolong antar sesama nelayan. Dalam sistem penangkapan ikan menggunakan pukat, diutamakan rasa tolong menolong. Tarek pukat tidak mungkin dapat dilakukan oleh seorang nelayan saja, tetapi harus ada team work dan seorang pawang yang memberi perintah. Team work antar nelayan dalam aktivitas tarek pukat itu muncul tanpa dikomando, semua orang yang kebetulan berada di lokasi tarek pukat turut membantu menarik ikan yang sudah masuk jaring sampai ke bibir pantai. Untuk kesamaan gerak, pawang memberi aba-aba tertentu yang sudah dimengerti oleh para nelayan. Bagi mereka yang ikut berperan serta dalam aktivitas tarek pukat akan mendapat bagian dari hasil yang diperoleh. Pola kerjasama atau team work dalam aktivitas tarek pukat itu, kemudian direfleksikan dalam sebuah wujud tarian. Sebenarnya, tari tarek pukat untuk menunjukkan kepada para tetamu bahwa team work sudah ada di Aceh sejak tempo doeloe. Para penari tarek pukat itu biasanya terdiri dari 7 sampai 9 orang. Bila dalam aktivitas tarek pukat di pantai dikomando oleh pawang, maka penari tarek pukat dikomando oleh musik khas Aceh, serune kale, rapa-i dan syair lagu tarek pukat.

tari tarek pukat aceh 5
tari tarek pukat aceh 5


Mengapa penonton sampai terpesona menyaksikan tari tarek pukat? Awalnya para penonton yang hadir dari daerah lain terheran-heran, untuk apa para penari mengeluarkan gulungan tali dari pinggangnya. Kemudian, tali itu mereka oper dari satu penari kepada penari yang lain. Dengan iringan serune kale, para penari menjalin tali itu dengan tangan gemulai melewati kepala mereka. Proses itu terus berlanjut selama sepuluh menit, lalu tali tadi telah berubah menjadi jaring. Produk jaring itu ditunjukkan kepada penonton. Fantastis, dari seutas tali, kini menjadi jaring. Standing applaus-pun menggema bertalu-talu dari seluruh penonton. Itulah tari tarek pukat yang sering dibawakan saat menyambut tamu kehormatan. Pada akhirnya, dapat disimpulkan bahwa budaya team work itu sudah menjadi budaya dalam kehidupan masyarakat nelayan di nusantara sejak zaman dahulu. Masalahnya, saat ini team work sering menjadi berantakan saat ada keserakahan dalam prosesnya. Keserakahan menyebabkan semangat team work akan pudar, sehingga yang muncul adalah pamrih. Bila semua sudah pamrih, maka anggota team work ibarat orang upahan, bekerja seadanya sehingga hasilnya kurang maksimal.


Video Tari Pukat












Tari Laweut Tarian Tradisional aceh

Tari Laweut Tarian Tradisional aceh


tari laweut kebudayaan aceh
tari laweut kebudayaan aceh 
Aceh selalu mempunyai hal hal unik mengenai budaya terutama dalam tarian adat, tradisonal selain Tari saman Aceh memilik tarian yang lainya seperti Tari Laweut, yapps tari laweut asal aceh merupakan tarian yang fungsinya itu hampir sama dengan tarian saman, namun agak sedikit berbeda dalam gerakkan dan lagu yang di bawakan ketika sedang menari. untuk lebih jelasnya penulis akan berusaha menjelaskan semaksimal. 

Asal kata dari Tari Laweut Seulawet yang artinya adalah sanjungan, masksudanya adalah sanjungan untuk Nabi Muhammad SAW  oleh delapan wanita dan ini bisa disebut juga Seudati iring, funsi utama tarian inik sebagi media dakwah yang menyampaikan mengenai agama Islam dan tentunya menyeru kepada kebaikan.

tari laweut kebudayaan aceh 1
tari laweut kebudayaan aceh 1


Tari laweut ini biasanya di lakukan oleh delapan orang baik itu perempuan atau laki - laki yang musiknya itu berasal dari badan merek sendiri seperti tepukan tangan,  memang tari Laweut ini tidak terlalu terkenal, meskipun itu budaya Indonesia harus tetap di lestarikan jangan sampan budaya indonesia ini di ambil orang.

tari laweut kebudayaan aceh 2
tari laweut kebudayaan aceh 2



Tari Saman Asli Kebudayaan Aceh

Tari Saman Asli Kebudayaan Aceh

Tari saman aceh
Tari saman aceh
Sejarah dan Kebudayaan bangsa Indonesia memang sangat banyak kali Khusus nya tarian adat asal aceh yaitu  Tari Saman yang asli
karya budaya dari Aceh. Awal mula Tari Saman ini muncul dari suku Gayo (Gayo Lues) yang berada di aceh ditampilkan ketika peristiwa - peristiwa keagaman dalam Islam  biasanya menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW tari saman di pentaskan, sebagai rasa cinta Suku Gayo kepada Nabinya yang di wujudkan dalam segi tarian.

Tari Saman menggunakan bahasa campuran yaitu bahasa Arab dan bahasa Suku Gayo yang di senandungkan dengan begitu indah, selain tarian Saman yang unik , indah di pandang mata serti lantunan lagu yang begitu merdu sentuhan Arab melayu yang meliuk liuk di telinga penikmat tari saman, Sehingga  tari sama Oleh UNESCO sebagai warisan budaya aceh dan tentunya bagi bangsa Indonesia , dilindungi oleh undang undang 1945 dan UNESCO.

Siapakah yang menciptkan tari saman ini? Tari saman di ciptakan oleh seorang ulama Islam asal suku Gayo aceh yaitu syekh saman.Tarian saman ini sebagai sarana media dakwah untuk menyampaikan syar'at islam pada zaman dahulu hingga sekarang, nasihat nasihat bagi para muda mudi dan materi yang positif pada umumnya.

para pemain tari saman terdiri dari pria yang masih muda yang memakai pakian adat dengan menari tarian saman, biasanya tari saman ini dimainkan dalam bentuk Grup. Kekompakan tarian saman dan keunikanya membuat tarian saman itu susah, perlu pelatihan khusus untuk bisa menari saman adapun tahapan Tarian saman dengan di iringi musik :

1.  Rengum , yaitu sebuah auman yang diwali oleh sang pengangkat
2.  Dering ,  yatitu regnum atau indikasi yang harus di ikuti oleh semnua penari
3. Redet , ialah  sebuah lagu tarian saman yang di nyanyikan oleh seorang penari ketika di tengah           tengah tarian saman berlangsung
4.  Syek, Lagu yang di nyanyikan secara suara tinggi yang panjang , meliuk liuk dan sebagai tanda          perubahan gerak tari saman
5.  Saur , yaitu seluruh penari saman bernyanyi bersamaan.

Tari saman aceh 5
Tari saman aceh 5


Salah satu kejuaran yang pernah diraih yakni ketika mengikuti ajang perlombaan dalam acara Cultural Showcase yang digelar di University of Leeds sebagai bagian dari World Unite Festival atau WUF. Perlombaan yang digelar pada bulan Februari 2013 tersebut tim Tari Saman Indonesia memboyong penghargaan “Best Perpormance Award”.

Tidak hanya itu Indonesia pun kembali mendapatkan penghargaan di The International Folk Festival, yang diadakan di Yunani pada awal juli tahun 2013 yang lalu. Dari semua grup tari yang berjumlah 22 grup ternyata Indonesia mendapatkan penghargaan "The best performance". Tari Saman yang mereka bawakan berhasil memukai semua juri dan undangan yang hadir. Kesungguhan dan keanggunan anak bangsa ketika membawakannya sungguh mampu mempesona semua penonton yang hadir. Tidak hanya itu, Tari Saman Indonesia pun mampu memukau semua penonton di Spanyol dan berhasil mendapatkan penghargaan “The Best Traditional Dancer”.

Selain kejuaran dan penghargaan di atas tentunya masih banyak sekali penghargaan-penghargaan yang telah didapatkan. Yang pasti dengan prestasi yang berhasil diukir oleh anak bangsa dengan perantara kebudayaan Indonesia ini mampu membawa harum nama bangsa Indonesia sendiri. Bahkan dengan mendapatkan penghargaan tersebut pun seluruh dunia bisa mengetahui betapa kaya dan beragamnya kebudayaan yang dimiliki oleh Indonesia.

Tidak hanya Tari Saman saja, ternyata masih banyak sekali kebudayaan Indonesia yang sangat mendunia. Diantaranya yaitu Wayang, dimana wayang ini telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan bangsa Indonesia. Batik yang berasal dari berbagai daerah, Angklung dari Jawa Barat, Tari Kecak dari Bali, Reog Ponorogo dari Jawa Timur dan lain sebagainya.

Nah, dengan kebudayaan Indonesia yang mendunia ini kita sebagai anak bangsa sudah sepatutnya bangga akan hal tersebut. Dengan semua prestasi yang telah diraih tersebut maka seharusnya menyadarkan kita untuk terus melestarikan warisan dan kebudayaan leluhur.

Tim tari saman Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Leeds, Inggris, raih prestasi membanggakan dengan memboyong perhargaan Best Performance Award dalam acara Cultural Showcase yang digelar University of Leeds sebagai bagian dari World Unite Festival (WUF) 2013 yang berlangsung pada 10-17 Februari lalu.

Festival kebudayaan yang diadakan Leeds University Union (LUU)  ini menunjukkan kekayaan kebudayaan dari berbagai pelosok dunia, seperti  pemutaran film-film dari berbagai negara, ujar Ivaldi Fabtra, Ketua PPI Leeds.
Dalam acara WUF 2013 juga digelar festival makanan, pameran karya seni tradisional, dan puncaknya adalah Cultural Showcase, dimana setiap international society menampilkan pertunjukan kebudayaannya.

Leeds Indonesian Society LUU yang dipayungi PPI Leeds juga mengelar beberapa event seperti  pemutaran film Rumah Dara di International Film Festival dan Indonesian Fair.
Ivaldi Fabtra mengatakan para mahasiswa/i Indonesia juga mendirikan stall-stall makanan dan souvenir dari Indonesia, serta mengadakan pertunjukan musik Indonesia dan pemutaran film Merantau dan The Raid, yang cukup terkenal di kalangan pelajar non-Indonesia.
Puncak acara adalah Cultural Showcase dimulai dengan pertunjukan tarian-tarian dari beberapa negara Eropa, yang dilanjutkan dengan pertunjukan dari Asia.  Setelah Brunei selesai dengan pertunjukan sandiwaranya yang sangat menghibur, tibalah giliran Indonesia.
Dimulai dengan video pengantar yang menggugah emosi, tim saman PPI Leeds pun memulai aksi yang berhasil memukau penonton. Gemuruh tepuk tangan dan riuh teriakan yang penuh kekaguman selalu memenuhi ruangan setiap kesempatan.

peragaan batik ppi leeds di indonesiaproud wordpress comAcara dilanjutkan dengan peragaan busana kebaya dan batik koleksi R.Leny McDonnell dari Kebaya Lence UK yang juga mencuri hati penonton. Keunikan kain dan busana Indonesia yang beraneka ragam menunjukkan betapa kaya kebudayaan Indonesia.

Ivaldi mengaku merasa bangga bisa menunjukkan keragaman dan keunikan budaya Indonesia. Ia, yang juga menjadi pemain rebana pada pertunjukan tari Saman, mengharapkan pandangan warga UK kepada bangsa Indonesia akan berubah menjadi lebih positif.
Para pelajar Indonesia yang hadir di acara tersebut juga merasa bangga dengan prestasi yang diraih oleh tim saman PPI Leeds.
foto kejuaran tari saman di inggris
foto kejuaran tari saman di inggris

Boya Subhono, mahasiswa S3 di Faculty of Engineering, University of Leeds, menikmati acara tersebut dan kagum dengan konsep acara ini, dimana keragaman budaya dari berbagai negara bisa dipentaskan dalam satu acara kesenian.
Naunghathai Intakhantee, salah satu penonton yang berasal dari Thailand, berkomentar bahwa acara ini luar biasa! Mereka tidak hanya menunjukkan kepada budaya yang indah tetapi juga menunjukkan semangat persatuan.

Ed Elliot, yang merupakan Activities Officer di LUU, menuturkan kekagumannya terhadap pertunjukan tersebut. “Aku belum pernah melihat seperti kinerja memukau seperti ini. Benar luar biasa kinerja Indonesia. I love it!.”






Translate To Your Language

Kategori

Kategori