Tarian Taek Pukat Aceh

Tarian Taek Pukat Aceh

tari tarek pukat aceh 2
tari tarek pukat aceh 
Dalam bahasa aceh, tarek pukat berarti menarik jala ikan, dimana kegiatan ini berlangsung di daerah pesisisr, yang merupakan kegiatan rutin para nelayan. Kegiatan tarek pukat sangat kental akan kebudayaan aceh, sebagai mana kita tau daerah aceh di kelilingi oleh pesisisr laut. Selain itu, tarek pukat merupakan sebuah tarian daerah yang dimana tarian ini menggambarkan tentang kegiatan “menarek pukat”

Tarek pukat merupakan salah satu tarian daerah aceh yang sangat terkenal. Tarian ini menceritakan tentang bagaimana kehidupan rakyat aceh yang tinggal di pesisisr pantai, dimana sebagian besar bermata pencarian sebagai nelayan,

Tarian Tarek Pukat biasanya di tarikan oleh 7 sampai 9 orang wanita, dan 4 atau 5 orang laki-laki yang mengiringi tarian ini. Pada dasarnya, gerakan tarian ini sangatlah sederhana, dan mudah untuk di pelajari, dimana para wanita berdiri dan duduk sambil merangkai rangkaian tali yang mencerminkan jaring ikan, lalu para laki-laki mengiringi tarian ini di belakang para wanita dengan memperagakan gerakan yang mencerminkan seseorang menangkap ikan.

Tarian ini sudah banyak berkembang, baik dari segi gerakan, pakaian adat, maupun aransemen musik yang mengiringinya, namun perubahan-perubahan yang terjadi tidak terlalu mencolok dan tidak melenceng dari bentuk tarian aslinya. Sebagai warisan kebudayaan Aceh, tarian ini harus kita jaga dan kita lestarikan, terutama kepada generasi muda yang kurang mencintai kebudayaan daerah. 

Mengingat provinsi Nanggroe Aceh Darussalam sebagian besar di kelilingi oleh pesisir pantai, maka, tarian ini sangat mencerminkan keadaan orang-orang aceh pesisir. Selain itu, tarian tarek pukat biasanya diiringi oleh musik ”serune kala” dimana alunan musiknya sangat tradisional dan kental akan kebudayaan aceh sendiri.

Tarian tarek pukat biasanya di tarikan oleh 7 sampai 9 orang wanita, dan 4 atau 5 orang laki-laki yang mengiringi tarian ini. Pada dasarnya, gerakan tarian ini sangatlah sederhana, dan mudah untuk di pelajari, dimana para wanita berdiri dan duduk sambil merangkai rangkaian tali yang mencerminkan jaring ikan, lalu para laki-laki mengiringi tarian ini di belakan para wanita dengan memperagakan gerakan yang mencerminkan seseorang menangkap ikan.

Di era sekarang, tarian ini sudah banyak berkembang, baik dari segi gerakan, pakaian adat, maupun aransemen musik yang mengiringinya, namun perubahan-perubahan yang terjadi tidak terlalu mencolok dan tidak melenceng dari bentuk tarian aslinya, yang penting, pada dasarnya, tarian ini merupakan warisan kebudayaan Aceh yang harus kita jaga dan kita lestarikan, terutama kepada anak-anak muda yang kurang mencintai kebudayaan daerah.

tari tarek pukat aceh 1
tari tarek pukat aceh 1


Dalam acara pembukaan Pekan Kebudayaan Pidie Jaya (PKPJ) Ke-3, tanggal 9 Juni 2012 lalu, diawali dengan suguhan tari massal yang dibawakan oleh sejumlah siswi SMA di daerah itu. Tarian itu membuat suasana makin meriah karena penampilan mereka yang gemulai, ditambah dengan warna warni pakaian yang digunakan. Menjelang tari massal itu berakhir, para penari menutupnya dengan sebuah tarian yang sangat mempesona. Mata penonton tidak ada yang berkedip saat menyaksikan keterampilan mereka dalam menjalin seutas tali menjadi sebuah jaring. Setelah tanya sana-sini, ternyata tarian itu diberi nama “Tarek Pukat.” Menurut penuturan Ir. Razali Adami, ketua panitia PKPJ Ke-3 itu, tari Tarek Pukat itu merupakan refleksi rasa saling tolong menolong antar sesama nelayan. Dalam sistem penangkapan ikan menggunakan pukat, diutamakan rasa tolong menolong. Tarek pukat tidak mungkin dapat dilakukan oleh seorang nelayan saja, tetapi harus ada team work dan seorang pawang yang memberi perintah. Team work antar nelayan dalam aktivitas tarek pukat itu muncul tanpa dikomando, semua orang yang kebetulan berada di lokasi tarek pukat turut membantu menarik ikan yang sudah masuk jaring sampai ke bibir pantai. Untuk kesamaan gerak, pawang memberi aba-aba tertentu yang sudah dimengerti oleh para nelayan. Bagi mereka yang ikut berperan serta dalam aktivitas tarek pukat akan mendapat bagian dari hasil yang diperoleh. Pola kerjasama atau team work dalam aktivitas tarek pukat itu, kemudian direfleksikan dalam sebuah wujud tarian. Sebenarnya, tari tarek pukat untuk menunjukkan kepada para tetamu bahwa team work sudah ada di Aceh sejak tempo doeloe. Para penari tarek pukat itu biasanya terdiri dari 7 sampai 9 orang. Bila dalam aktivitas tarek pukat di pantai dikomando oleh pawang, maka penari tarek pukat dikomando oleh musik khas Aceh, serune kale, rapa-i dan syair lagu tarek pukat.

tari tarek pukat aceh 5
tari tarek pukat aceh 5


Mengapa penonton sampai terpesona menyaksikan tari tarek pukat? Awalnya para penonton yang hadir dari daerah lain terheran-heran, untuk apa para penari mengeluarkan gulungan tali dari pinggangnya. Kemudian, tali itu mereka oper dari satu penari kepada penari yang lain. Dengan iringan serune kale, para penari menjalin tali itu dengan tangan gemulai melewati kepala mereka. Proses itu terus berlanjut selama sepuluh menit, lalu tali tadi telah berubah menjadi jaring. Produk jaring itu ditunjukkan kepada penonton. Fantastis, dari seutas tali, kini menjadi jaring. Standing applaus-pun menggema bertalu-talu dari seluruh penonton. Itulah tari tarek pukat yang sering dibawakan saat menyambut tamu kehormatan. Pada akhirnya, dapat disimpulkan bahwa budaya team work itu sudah menjadi budaya dalam kehidupan masyarakat nelayan di nusantara sejak zaman dahulu. Masalahnya, saat ini team work sering menjadi berantakan saat ada keserakahan dalam prosesnya. Keserakahan menyebabkan semangat team work akan pudar, sehingga yang muncul adalah pamrih. Bila semua sudah pamrih, maka anggota team work ibarat orang upahan, bekerja seadanya sehingga hasilnya kurang maksimal.


Video Tari Pukat













EmoticonEmoticon

Translate To Your Language